Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di channel kami. Kali ini kita akan mengulas tuntas dan melakukan analisis mendalam mengenai konsep kerja serta cara servis CCTV analog yang paling sering dicari dan terlaris di pasaran.
Bagi yang ingin melihat langsung praktik dan demonstrasi pengukurannya, silakan tonton videonya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=0iDsofJKlGQ
1. Mengenal Bagian & Kabel Utama pada CCTV Analog
Secara umum, pada setiap unit CCTV analog terdapat tiga buah kabel utama (meskipun ada beberapa yang hanya menggunakan dua kabel):
- Konektor BNC: Berfungsi sebagai output keluaran video dari kamera yang ditangkap dan dikirim ke perangkat penerima.
- Jack DC (Kabel Power): Jalur masuk tegangan utama, yang umumnya membutuhkan besar sekitar 12 Volt.
- Kabel OSD / Tombol Switch: Digunakan untuk mengatur dan mengubah format output video yang dikirimkan oleh CCTV.
Format output video CCTV analog sendiri bermacam-macam, di antaranya AHD, CVI, TVI, hingga format paling standar dan lama yaitu CVBS.
2. Langkah-Langkah Pengecekan Awal CCTV Bermasalah
Jika CCTV mengalami mati total atau kendala, berikut adalah tahapan pemeriksaan dasarnya:
A. Cek Tegangan Sumber (Power Supply/Adaptor)
Hal pertama yang wajib dicek adalah kabel power. Gunakan multitester/avometer pada skala DC (lambang V). Pastikan tegangan output yang keluar dari adaptor normal di kisaran minimal 11 Volt hingga 12 Volt. Jika tidak ada tegangan, dipastikan kabel atau adaptor rusak dan harus diganti.
B. Pengecekan Sinyal Output Video
Untuk memastikan apakah kamera bekerja normal, kita bisa menyambungkannya langsung ke monitor/TV atau menggunakan avometer DC. Jika menggunakan avometer, nilai tegangan pada pin video akan berubah ketika lensa CCTV ditutup dan dibuka karena adanya perubahan intensitas cahaya (faktor Peak-to-Peak sinyal video).
3. Cara Mengubah Format Video CCTV (AHD/CVI/TVI/CVBS)
Jika CCTV hidup tetapi tidak tampil di DVR, kemungkinan besar format videonya tidak sesuai. Cara mengubahnya cukup mudah, yaitu dengan menekan tombol pada kabel OSD secara berkala hingga formatnya berganti (biasanya ditandai dengan pergerakan indikator tegangan sekitar 1 Volt hingga 1,4 Volt untuk format CVBS yang bisa disambungkan ke TV analog biasa).
4. Bongkar Unit & Analisis Jalur Komponen (Hardware Check)
Jika tegangan dari adaptor normal tetapi CCTV tetap mati, mau tidak mau unit harus dibongkar untuk pengecekan komponen internal:
- Pengecekan Korsleting (Short): Gunakan multitester mode buzzer (kontinuitas). Periksa komponen kapasitor berwarna kuning atau dioda penyearah; pastikan tidak ada yang short atau berbunyi buzzer secara terus-menerus yang menandakan adanya konsleting.
- Pengecekan Sekring (Fuse) & Jalur: Periksa jalur masuk tegangan apakah sekring putus. Jalur yang melewati dioda biasanya akan mengalami penurunan tegangan sekitar 0,3 hingga 0,7 Volt.
- Pemeriksaan IC Regulator (Step-Down / Buck Converter): IC buck converter berfungsi menurunkan tegangan dari 12 Volt ke 5 Volt. Selain itu, pastikan tegangan kerja untuk IC Flash/Memori dan prosesor utama berada di kisaran 3,3 Volt agar sistem dapat booting dengan normal.
.webp)
EmoticonEmoticon